Langsung ke konten utama

Penerapan Ekonomi dalam Deret Ukur

1.      Penerapan Ekonomi Deret Ukur
2.3      Model Bunga Majemuk
Model bunga majemuk merupakan Deret Ukur dalam kasus simpan pinjam dan kasus investasi. Dengan model ini dapat dihitung nilai modal di masa yang akan datang ditambah dengan akumulasi penambahan bunga, misalnya besarnya pengembalian kredit di masa yang akan datang berdasarkan tingkat bunganya, mengukur nilai sekarang dari jumlah hasil investasi yang akan diterima di masa yang akan datang, dan sebagainya.
¨      Jika pembayaran bunga dilakukan pertahun
       Fn = P

¨      Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per triwulan, per caturwulan, dan per semester
 Fn = P
Keterangan :
Fn  = Jumlah Investasi Di Masa yang Akan Datang
P  = Jumlah Investasi Sekarang/Awalnya
i  = Tingkat Bunga per tahun
n  = Jumlah Tahun
m  = Frekuensi Pembayaran Bunga dalam setahun


2.3.2        Contoh Soal
Jika Bapak Joni mendepositokan uangnya di bank sebesar Rp. 5.000.000dengan tingkat bunga 12% pertahun, berapakah nilai total deposito Bapak Joni pada akhir tahun ke-enam ?
Dik :
      P = 5.000.000
n = 6
i = 12 % = 0,12
Dit :
F6 = ?
Jawab :
Fn = P
F6 = 5.000.000 (1 + 0,12)6
F6 = 5.000.000 (1,973)
F6 = Rp. 9.865.000
Analisis : Jadi, jumlah uang yang diterima Bapak Joni adalah Rp. 9.865.000
2.3.3        Contoh Soal
Susi membeli sebuah laptop dengan merek Toh Iba. Secara kredit selama 36 bulan seharga RP 4.800.000 dengan bunga sebesar 5 % per tahun. Susi melakukan pembayaran bunga per triwulan. Berapakah jumlah yang harus dibayarkan Susi ?
Dik :
      P  = 4.800.000
n  = 36 / 12 = 3
m = 12 / 3 = 4
i   = 5 % = 0,05

Dit :
F3 = ?
Jawab :
F3 = P
F3 = 4.800.000
F3 = 4.800.000
F3 = Rp. 5.571.621
2.2     Model Bunga Sinambung
Jika frekuensi pembayaran bunga per tahun (m) sangat besar, bunga yang diperhitungkan sangat sering (terus-menerus) dalam setahun, maka model deret ukur yang digunakan adalah metode deret ukur tak terhingga atau sinambung.
                        Fn = P . e . n
Keterangan :
Fn = Jumlah Investasi Di Masa yang Akan Datang
P = Jumlah Investasi Sekarang/Awalnya
e  = Eksponensial (2,71828)
n = Jumlah Tahun
1.2.1   Contoh Soal
Dita mempunyai tabungan deposito di Bank ABC, dengan frekuensi pembayaran bunga setiap 5 menit sekali selama 15 tahun. Nilai tabungan Amin di Bank tersebut yaitu Rp 1.000.000 pada saat pertama kali setoran. Berapakah jumlah uang Dita 15 tahun kemudian?
Dik :
P  = 1.015.015
n  = 15 tahun
Dit : F15 = ?
Jawab :
   F15 = P . e . n
   F15 = 1.000.000 . 2,71828 . 15
   F15 = 40.774.200

Analisis : Jadi, jumlah uang Dita 15 tahun kemudian adalah Rp 40.774.200

2.3     Model Present Value
Present Value (nilai sekarang) merupakan kebalikan dari compound value (nilai majemuk) adalah besarnya jumlah uang, permulaan periode atas dasar tingkat tertentu dari sejumlah uang yang baru akan kita terima beberapa waktu/periode yang akan datang.
¨      Jika pembayaran bunga dilakukan per tahun
P = Fn / (1 + i )n
¨      Jika pembayaran bunga dilakukan per hari, per triwulan, per kuartal, dan per semester
P = Fn /
Keterangan :
Fn  = Jumlah Investasi Di Masa yang Akan Datang
P  = Jumlah Investasi Sekarang/Awalnya
i  = Tingkat Bunga per tahun
n  = Jumlah Tahun
m  = Frekuensi Pembayaran Bunga dalam setahun
2.3.1 Contoh Soal
Gatot menginginkan agar uangnya menjadi Rp 65.750.000 pada 5 tahun yang akan datang, berapakah jumlah uang yang harus ditabung Gatot saat ini seandainya diberikan bunga sebesar 25 % per tahun ?
Dik :
F5 = 65.750.000
i = 25 % = 0,25
n = 5
Dit : P ?
Jawab :
P = Fn / ( 1 + i )n
P = 65.750.000 / ( 1 + 0,25 )5
P = 65.750.000 / 3,018
P = 21.785.950,96 = 21.785.951 (dibulatkan)
Analisis : Jadi, jumlah uang yang harus ditabung Gatot saat ini adalah Rp 21.785.951
2.3.2 Contoh Soal
Dana membeli sebuah motor dengan merek Ya Murah, secara kredit selama 5 tahun dengan bunga sebesar 8 % per tahun. Dana melakukan pembayaran bunga per triwulan. Jika jumlah uang yang dibayarkan oleh Dana adalah Rp 23.255.900 berapakah mula-mula harga motor tersebut ?
Dik :
F5 = 23.255.900
i = 8 % = 0,08
n = 5
m  = 12/3 = 4
Dit : P = ?
Jawab :
P = Fn /
P = 23.255.900 /
P = 23.255.900 / 1,486
P = 27.9
Analisis : Jadi, mula-mula harga motor tersebut adalah Rp 15.650.000

2.4    Model Pertumbuhan Penduduk
Metode ini dinyatakan oleh Malthus, beliau menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk dunia dipengaruhi oleh deret ukur atau perubahan berdasarkan rasio tertentu.
Pt = P1 R ( t –1 )

Keterangan :
Pt = Jumlah Penduduk pada Tahun ke-t
P 1 = Jumlah Penduduk pada Tahun Basis
R = 1 + r
r  = Persentase Pertumbuhan per tahun
t  = Indeks Waktu (tahun)

2.4.1  Contoh Soal
          Penduduk kota E berjumlah 1.000.000 jiwa pada tahun 1999, tingkat pertumbuhannya 4 % per tahun. Berapakah jumlah penduduk kota tersebut pada tahun 2015 ?
Dik :
P1 = 1.000.000
r  = 4 % = 0,04
t  = (2015-1999) = 16
Dit : P15?
Jawab :
R = 1 + r
R = 1 + 0,04
R = 1,04
Pt = P1 R ( t –1 )
P15 = 1.000.000 (1,04)( 15 –1 )
P15 = 1.000.000 (1,8009)
P15 = 1.800.944
Analisis : Jadi, jumlah penduduk di kota E pada tahun 2015 adalah 1.800.944 jiwa






DAFTAR PUSTAKA
Buku Matematika Ekonomi dan Bisnis, Josep Bintang Kalangi, Salemba Empat, 2006
Buku Matematika Terapan untuk Bisnis dan Ekonomi, Dumairy, BPFE Yogyakarta, 1999
Modul Matematika Ekonomi 1, Laboratorium Manajemen Dasar, 2014


Komentar

  1. Mohon maaf sebelumnya, mau menanyakan tentang pertanyaan kan yang ditanyakan pada tahun 2015, nah itu terhitung dari 1999 itu 16. jadi yang ditanya terhitung 16 tahun kedepan.
    𝑃_16 = 𝑃_1 𝑅^(𝑡−1)
    = 1 juta (1,04)^15
    = 1 juta (1,800943)
    = 1.800.943 jiwa
    saya menyelesaikan sekian. apakah ada kekeliruan dari saya..
    terimakasih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...