Langsung ke konten utama

Personal Pronoun (2)


Posisi Personal Pronoun sebagai 1st, 2nd, & 3rd Person
Personal pronoun dapat menempati posisi sebagai 1st person2nd person, atau 3rd person (parameter person). Penjelasan dan beberapa contoh kalimat personal pronoun adalah sebagai berikut.
Fungsi
Keterangan
Contoh Kalimat Personal Pronoun
1st person
(orang pertama)
(I, me, we, us)
Ketika sedang berbicara sebagai orang pertama (diri sendiri), kita dapat menggunakan kata ganti daripada menggunakan namanya.
I would be very happy if you lent me a little money.
(Saya akan sangat senang jika kamu meminjami saya sedikit uang.)
We‘re looking for a philanthropist to support us.
(Kami sedang mencari seorang dermawan untuk mendukung kami.)
2nd person
(orang kedua)
(you)
Ketika sedang berbicara dengan orang lain (bertindak sebagai orang kedua), kita dapat menggunakan kata ganti untuk orang kedua daripada menyebut nama aslinya.
You shouldn’t put yours anywhere.
(Kamu tidak seharnya meletakkan milikmu dimana-mana.)
I will help you to get yours.
(Saya akan membantumu mendapatkan milikmu.)
3rd person
(orang ketiga)
(she, he, it, her, him, it, they, them)
Ketika sedang membicarakan orang lain (orang lain bertindak sebagai orang ketiga), kita dapat menyebut namanya pada permulaan pembicaraan, selanjutnya diganti dengan kata ganti orang ketiga.
Ferdi is a generous man. He always sets aside his for the poor and visits the orphanage. Everybody likes him.
(Ferdi adalah orang yang pemurah. Dia selalu menyisihkan miliknya untuk orang miskin dan mengunjungi panti asuhan. Setiap orang menyukainya.)
Appositive & Personal Pronoun
Personal Pronoun dapat digunakan pada appositive. Jika appositive menerangkan subject, kata ganti yang digunakan adalah subjective personal pronouns (I, you, they, we, she, he, it). Sebaliknya jika appositive menerangkan object, maka kata ganti yang digunakan adalah objective personal pronouns (me, you, us, them, her, him, it).
Contoh Appositive & Personal Pronoun:
  • The team, Atiek and I, got the appreciation for our recent research about nuclear. [The team= subject; Atiek and I= appositive; I= subjective pp]
  • Diana invited her best friend,
    Vina and me, to her wedding party. [her best friend= object; Vina and me= appositive; me= objective pp]
Catatan:
Formula yang sopan menempatkan kata ganti ini (subjective & objective) setelah nama orang lain (Atiek and I, Vina and me).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...