Langsung ke konten utama

Conditional Sentence Type 1, 2 , 3

Conditional Sentence Type 1, 2 , 3

Pengertian Conditional Sentence Type 1

Conditional sentence type 1 adalah conditional sentence yang digunakan ketika result / consequence (hasil) dari condition (syarat) memiliki kemungkinan untuk terwujud di masa depan karena condition-nya realistik untuk dipenuhi.

Rumus Conditional Sentence Type 1

If + Subjek +V.1, S + Will + V.1

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 1

1.     If I prepare well for the test I will pass it .
2.    If I have free time, I will go swimming.
3.    If the bell rings, I’ll go home.
4.    If you meet Andy, ask him to call me. [Imperative]
5.    If you don’t finish your homework, your teacher will be angry.
6.    If he doesn’t come, I won’t be angry. / Unless he comes, I won’t be angry.
7.    If he comes, I won’t be angry.
8.    If they invite you, will you come?
9.    He will not come if you are angry with him.
10.  My mother will go to Bali if she has a lot of money.

Fakta:bersifat kemungkinan,probably,may be.

Pengertian Conditional Sentence Type 2

Conditional type 2 ini digunakan sebagai aplikasi kejadian masa sekarang atau present yang akan terjadi jika kondisi yang ada berbeda.

Rumus Conditional Sentence Type 2

If + Subjek +V.2/Were +S + M2 + V.1
M2 (Modal bentuk 2) : Would,could

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 2

1.      If I prepared well for the test, I should pass.
Fact: I don’t pass the test
2.    If it rained tomorrow, I would sleep all day.
Fact: but I don’t have much hope it will rain
3.    If Nisa studied hard, she would pass.
               Fact: but Nisa doesn’t study hard
4.    If I had much money, I would buy a sport car.
Fact: but I don’t have much money
5.    If I were a millionaire, I would donate my money to charity.
Fact: but I’m not a millionaire
6.    If Nisa studied hard, she wouldn’t fail.
7.    If Nisa didn’t study hard, she would fail.
8.    If I were a millionaire, I wouldn’t donate my money to charity
9.    If Nisa studied hard, would she pass?
10.  If you had much money, would you buy a sport car?
       
Fakta:berkebalikan dengan pernyataan memakai prediket present

Pengertian Conditional Sentence Type 3

Merukan aplikasi kejadian masa lampau atau simple past tense, kejadian yang harus sudah dipenuhi di masa lalu. Terkadang, di masa lampau kita mempunyai keinginan yang tidak dapat kita wujudkan. Lalu kita ingin bercerita kepada teman atau orang lain.

Rumus Conditional Sentence Type 3

If +  Subjek + Had + V3 +S+ M.2 + Have + V.3

Contoh Kalimat Conditional Sentence Type 3

1.      If I had prepared well for the test, I should have passed.
Fact: I didn’t pass
2.    If you had remembered to invite me, I would have attended your party.
Fact: but you didn’t remember
3.    If I had given the interviewer really good answers, I might have got a higher position than you
Fact: but I didn’t give really good answers
4.    If the waitress had been careful, she wouldn’t have broken many plates.
Fact: but the waitress wasn’t careful
5.    If he had asked you for forgiveness, would you have forgiven him?
Fact: but he didn’t ask you for forgiveness
6.    If I had found her address, I would have sent her an invitation
7.    I would have sent her an invitation if I had found her address.
8.    If I hadn’t studied, I wouldn’t have passed my exams.
9.    If John had had the money, he would have bought a Ferrari. 
10.  years ago, I wanted to buy a new home, but I do not have any money.


            Fakta:berkebalikan dengan pernyataan prediket di ganti dengan past tense

Demikianlah sedikit penjelasan mengenai pengertian, rumus dan contoh kalimat dari  Conditional Sentence Type 1, 2, 3 di gunakan sebagai kalimat pengandaian.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...