Langsung ke konten utama

Possesive Pronoun



Pengertian Possessive Pronoun
Possessive Pronoun adalah kata ganti yang berfungsi untuk menunjukkan kepemilikan. Di dalam suatu kalimat, kata ini dapat menempati posisi sebagai subjectsubject complement, atau direct object
Possessive Pronoun vs Possessive Adjective
Kata ini mirip dengan possessive adjective (disebut juga possessive determiner) — semakna namun berbeda dalam struktur. Possessive pronoun menggantikan noun sedangkan possessive adjective ditempatkan sebelum noun.
Person
Number
Possessive Pronoun
Number
Possessive Adjective
1st
singular
mine
singular
atau
plural
my
2nd
yours
your
3rd
hers, his, its
her, his, its
1st
plural
ours
our
2nd
yours
your
3rd
theirs
their
Catatan:
Hers dan her untuk female (perempuan), his untuk male (laki-laki), sedangkan its untuk gender netral.
Contoh Kalimat Possessive Pronoun vs Adjective:
Possessive Pronoun
Possessive Adjective
Mine has worn out.
(Punya saya sudah aus.)
My shoes have worn out.
(Sepatu saya sudah aus.)
I like yours.
(Saya suka punyamu.)
I like your style.
(Saya suka gayamu.)
This is hers.
(Ini miliknya.)
This is her scarf.
(ini syalnya.)
They are using ours.
(Mereka sedang menggunakan punya kita.)
They are using our tools.
(Mereka sedang menggunakan peralatan kita.)
Yours are on the table.
(Punya kalian di atas meja.)
Your tickets are on the table.
(Tiket kalian di atas meja.)
Theirs are the best for dry skin.
(Punya mereka terbaik untuk kulit kering.)
Their products are the best for dry skin.
(Produk mereka terbaik untuk kulit kering.)
Penggunaan Possessive Pronoun
Possessive pronoun digunakan ketika object of possession diketahui berdasarkan konteks. Biasanya ada bagian pendahulu atau antecedent, singular atau plural, yang berhubungan dengan object of possession tersebut.
Contoh Kalimat Possessive Pronoun:
  • My brother’s study table was pink. Mine was light blue. (Meja belajar saudara saya merah muda. Punya saya biru muda.)
  • I hate my job. Do you hate yours? (Saya benci pekerjaan saya. Apa kamu benci (pekerjaanmu)?)
  • Whose wallet is this? It’s hers. (Dompet punya siapa ini? Itu miliknya.)
  • Those aren’t our new uniforms. Those are theirs. (Itu bukan seragam baru kita. Itu punya mereka.)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...