Setiap sepuluh menit, beberapa orang berganti mengisi keramaian. Dilihat dari kejauhan terdapat kerumunan orang seperti semut merebutkan gula.Ternyata kerumunan tersebut berasal dari toko yang sangat sederhana, yang hanya terdapat meja kayu, tenda serta pakaian dan celana levis. Pemilik toko tersebut bernama Rahmat. Rahmat memiliki banyak pelanggan, baik tetap maupun tidak. Rahmat menjual celana dan jaket levis dengan harga yang cukup terjangkau.
Pada umumnya para pelanggan berasal dari kalangan sederhana.
Rahmat memiliki strategi yang cukup baik dalam berdagang, yakni memilih tempat
yang strategis tempat orang berlalu lalang sehingga ramai orang berkunjung
untuk sekedar melihat bahkan membeli barang tersebut seperti terminal bus
pariwisata, dan menjual barang tersebut dengan harga yang terjangkau.
Rahmat membeli barang tersebut dari pusat grosir Tanah Abang.
Rahmat memiliki penghasilan dalam satu malam mencapai Rp.500,000-Rp.700,000 dengan banyaknya barang
15-20 barang. Dan dia berjualan mulai pukul 18.00 s/d 02.00. Dengan penghasilan
sebesar itu Rahmat dapat menghidupi keluarga kecilnya. Meskipun ia lelah dengan
pekerjaan wiraswasta dia, rasa tersebut hilang seketika ketika melihat dua buah
hati yang ia cintai tertidur pulas. Lebih baik kita mengatur diri kita sendiri
dibandingkan kita diatur dengan oranglain !
(Narasumber : Rahmat, Pluit)
Komentar
Posting Komentar