Langsung ke konten utama

Wirausaha dan Wirausahaan



Semua orang pasti lebih memilih untuk membuka lapangan pekerjaan dibandingkan bekerja pada suatu perusahaan atau pabrik. Semua orang ingin menjadi pengusaha/wirausahaan yang sukses. Sebelum kita membahas “Langkah Menuju Seorang Wirausahaan Yang Sukses”. Kita harus terlebih dahulu mengetahui apa pengertian dari wirausaha dan seorang wirausahaan.
Cekidotttt....

1.             Wirausaha
Pengertian wirausaha:
Wirausaha asal katanya dari terjemahan entrepreneur.  Istilah wirausaha ini berasal dari entrepreneur (bahasa Perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between teker atau go between. Dan melihat dari asal katanya, wirausaha berasal dari kata “wira” yang berarti utama, gagah, luhur, berani, teladan atau pejuang. Sedangkan “usaha” yaitu suatu kegiatan menghasilkan barang atau jasa untuk mendapatkan keuntungan. Oleh karena itu, wirausaha ini merupakan organisasi atau individu yang menciptakan barang atau jasa untuk mencapai keinginannya.
·          
Beberapa pengertian wirausaha menurut ahli, sebagai berikut:

a.       Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
b.      Wirausaha adalah pelaku utama dalam pembangunan ekonomi dan fungsinya untuk melakukan inovasi atau kombinasi-kombinasi yang baru untuk sebuah inovasi.
c.       Wirausaha, yaitu melakukan sebuah proses yang disebut creative destruction (pengrusakan yang kreatif) untuk menghasilkan suatu nilai tambah (added value) guna menghasilkan nilai yang lebih tinggi, sehingga inti dari keterampilan  wirausaha adalah kreativitas.
d.      Wirausaha adalah orang yang berani mengusahakan suatu pekerjaan baik untuk diri sendiri ataupun untuk orang lain.
e.       Menurut Richard Cantillon (1755), entrepreneurial is an innovator and individual developing something unique and new (wirausaha adalah seorang penemu dan individu yang membangun sesuatu yang unik dan baru).
f.        Menurut J.B Say (1803), wirausaha adalah pengusaha yang mampu mengelola sumber-sumber daya yang dimiliki secara ekonomis (efektif dan efisien) dan tingkat produktivitas yang rendah menjadi tinggi.
g.       Menurut Dan Stein dan Jhon F.Burgess (1993), wirausaha adalah orang yang mengelola, mengorganisasikan, dan berani menanggung segala resiko untuk menciptakan peluang usaha dan usaha baru.
h.      Menurut Schumpeter (dalam Bygrave, 1996), wirausaha adalah seorang yang memperoleh peluang  dan menciptakan organisasi untuk mengejar peluang tersebut.
i.         Menurut Mas’ud Machfoedz dan Mahmud Machfoedz (2004), wirausaha adalah seorang inovator yang mampu mengubah kesempatan menjadi sebuah ide yang bisa di jual, dapat memberikan nilai tambah melalui upaya, waktu, biaya, serta kecakapan dengan tujuan mendapatkan keuntungan.

2.             Kewirausahaan
Pengertian kewirausahaan:
Kewirausahaan adalah kemampuan seorang manajer resiko (risk manager) dalam mengoptimalkan segala sumber daya yang ada, baik itu materil, intelektual, waktu, dan kemampuan kretivitasnya untuk menghasilkan suatu produk atau usaha yang berguna bagi dirinya dan bagi orang lain.

Pengertian kewirausahaan menurut beberapa ahli adalah sebagai berikut:

a.       Menurut Robert D.Hisrich, kewirausahaan adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti  mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.
b.      Menurut Peter F.Drucker , kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.
c.       Menurut Stephen Robins, kewirausahaan adalah proses mengejar berbagai peluang untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui inovasi.
d.      Menurut Salim Siagian, kewirausahaan adalah semangat, prilaku dan kemampuan memberikan respon positif kepada peluang untuk mendapatkan keuntungan bagi diri sendiri dan pelayanan yang lebih baik kepada pelanggan/masyarakat, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dengan menerapkan cara kerja yang lebih efesien dan efektif, melalui keberanian mengambil resiko, kreatifitas, inovasi dan kemampuan manajemen.

Ada empat kategori menjadi wirausahawan:[4]
  1. Penemu, mendefinisikan konsep, unik, baru, penemuan atau metodologi
  2. Inovator, menerapkan sebuah teknologi baru atau metodologi untuk memecahkan masalah baru.
  3. Marketer, mengidentifikasi kebutuhan di pasar dan memenuhinya dengan produk baru atau produk substitusi yang lebih efisien.
  4. Oportunis, pada dasarnya sebuah broker, pialang, yang menyesuaikan antara kebutuhan dengan jasa diberikan dan komisi.
Karakter Kewirausahaan
 
            Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan konsep yang berbeda-beda. Geoffrey G. Meredith (1996: 5-6), mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan seperti berikut:
Ciri-ciri dan Watak Kewirausahaan :
CIRI-CIRI
WATAK
1. Percaya diri
Keyakinan,  ketidak ketergantungan, individualitas dan optimisme
2. Berorientasi pada tugas dan hasil
Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3. Pengambilan resiko
Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
4. kepemimpinan
Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menggapai saran-saran dan kritik
5. keorisinilan
Inovatif dan kreatif serta fleksibel
6. Berorientasi ke masa depan
Pandangan ke depan, perspektif


            Ahli lain, seperti M. Scarborough dan Thomas W.  Zimmerer yang dikutip oleh Suryana (2000: 8-9), meliputi delapan karakteristik, yang meliputi:
1.      Desire for responsibility, yaitu memiliki rasa tanggung jawab atas usaha-usaha yang dilakukan. Seseorang yang memiliki rasa tanggung jawab akan selalu mawas diri
2.      Preference for moderate risk, yaitu lebih memilih resiko yang moderat, artinya ia selalu menghindari resiko yang rendah dan menghindari resiko yang tinggi
3.      Confidence in their ability to succees, yaitu percaya akan kemampuan dirinya untuk berhasil.
4.      Desire for immediate feedback, yaitu selalu menghendaki umpan balik yang segera
5.      High level of energy, yaitu memiliki semangat dan kerja keras untuk mewujudkan keinginannya demi masa depan yang lebih baik
6.      Future orientation, yaitu berorientasi ke masa depan, perspektif dan berwawasan jauh ke depan
7.      Skill at organizing, yaitu memiliki keterampilan dalam mengorganisasikan sumber daya untuk menciptakan nilai tambah
8.      Value of achievement over money, yaitu selalu menilai prestasi dengan uang.


Sikap Berwirausaha

Berkaitan dengan penelitian ini, sikap yang ingin ditumbuhkan adalah sikap berwirausaha. 
Dalam hal ini peneliti ingin melihat sejauhmana peserta didik mampu mengadopsi nilai-nilai 
kewirausahaan dan menjadikannya sebagai bagian dari hidupnya dengan membentuk sikap 
berwirausaha melalui suatu pendidikan kewirausahaan.

Di dalam ciri atau karakteristik kewirausahaan di atas menunjukkan kecenderungan sikap ke 
arah yang positif. Menurut Kao yang dikutip oleh Yudith Dwi Astuti (2003:52) bahwa seorang 
wirausaha untuk dapat melihat segala sesuatu secara lebih positif sedikitnya diperlukan tiga 
aspek yang menunjang yaitu “be positive, positive reinforecement dan the attitude to wards risk”.

Dijelaskan bahwa manusia pada dasarnya memiliki sifat positif dan hanya akan menjadi negatif 
bila mereka mengalami penderitaan, situasi yang tidak mengenakan, ketidaknyamanan 
dansesuatu yang mengancam. Menjadi positif artinya selalu melihat segala sesuatunya dengan 
positif. Sikap seperti ini membantu seseorang untuk mengembangkan mental wirausaha dalam 
memahami masalah yang berbeda. Masalah akan tetap menjadi masalah, tetapi di dalamnya 
masih terdapat kesempatan untuk menghadapinya dalam setiap situasi. Bagi seorang 
wirausaha, kegagalan akan menjalankan sebuah memberikan kesempatan belajar untuk 
meningkatkan berbagai kemungkinan sukses di masa mendatang.

Adapun sikap berwirausaha itu sendiri dapat dinilai apabila memiliki ketentuan yang harus 
dicapai seseorang sehingga layak untuk dihargai sebagai individu yang memiliki sikap 
berwirausaha. Dalam hal ini Buchari Alma (2002:53) memberikan penilaian berdasarkan 
kemampuan seseorang untuk memiliki sifat (perilaku) sebagai berikut:

(1) yakin pada diri sendiri, (2) optimis, (3) kepemimpinan, (4) fleksibel, (5) bisa mengelola uang, (6) imajinasi, (7) bisa merencanakan, (8) sabar, (9) tegas, (10) semangat, (11) tanggung jawab, (12) kerja keras, (13) dorongan mencapai sesuatu, (14) integritas, (15) percaya diri, (16) realisme, (17) organisasi, (18) ketepatan, (19) ketenangan, (20) menghitung resiko, (21) kesehatan fisik, (22) komunikasi dengan orang lain, (23) kebebasan, (24) bisa bergaul,  (25) membuat keputusan.
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...