Langsung ke konten utama

Perjalanan Ir. H. Joko Widodo Ke Istana Negara



Ir. H. Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi. Lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 21 Juni 1961 (: umur 53 tahun).  Nama panggilan tersebut didapat ketika mebel produksi yang dikelola beliau laku keras, salah satunya negara Perancis. Dari dalam buku “JOKOWI, Pemimpin Rakyat Berjiwa Rocker”, karya Yon Thayrun dijelaskan, nama Jokowi didapatkan dari salah satu pelanggannya yang berasal dari negara Perancis yang bernama Micl Romaknan. Sebelum menggunakan nama Jokowi, penggemar musik rock itu kerap dipanggil Joko. Sang pelanggan pun mengeluhkan nama Joko itu, karena sudah banyak yang bernama Joko. “Mulai saat itu pelanggan asal Perancis tersebut memanggil saya dengan nama Jokowi, untuk membedakan dengan Joko-Joko lainnya” katanya.
Perjalanan Jokowi menuju Istana Negara tidaklah mudah. Ia lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomihardjo. Ia lahir bukan dari keluarga yang berkecukupan, bukanlah orang kaya. Jokowi merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati.
Pendidikannya dimulai dari SD Negeri 111 Tirtoyoso. Jokowi kecil sudah merasakan bagaimana kesulitan hidup. Sampai ia harus berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencukupi keperluan sekolah dan kehidupannya. Ayahnya adalah seorang tukang kayu, dan ia mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya. Mulai umur 12 tahun, ia sudah membantu ayahnya dalam menggergaji kayu.
Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan sekolahnya ke jenjang SMP. Ia menempuh pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta. Dan setelah lulus SMP, ia melanjutkan ke jejang SMA. Awalnya Jokowi sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.
Jokowi menikah dengan Iriana di Solo, tanggal 24 Desember 1986, dan memiliki 3 orang anak, yaitu Gibran Rakabuming Raka (1988), Kahiyang Ayu (1991), dan Kaesang Pangarep (1995).
Dengan performa akademis yang Jokowi miliki, ia pergi ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikannya. Ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Gadjah Mada. Setelah lulus pada tahun 1985, ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusi di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Namun, ia merasa tidak nyaman dengan pekerjaannya, dan ia pulang menyusul istrinya yang sedang hamil tujuh bulan. Pada tahun 1988, ia mulai berbisnis di bidang kayu dan membuka usahanya sendiri dengan nama CV Rakabu.
Perjalanan Politik
Pada pilkada kota Solo tahun 2005, Jokowi diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) untuk dicalonkan menjadi wali kota Surakarta. Jokowi terpilih menjadi wali kota Surakarta dengan suara sebanyak 36,62%. Di masa kepemimpinannya, Solo mengalami perubahan dan menjadi kajian di universitas luar negeri. Dan pada tahun 2010, ia terpilih kembali dengan presentase suara yang sangat banyak sebesar 90,09%.
Pada masa kepemimpinan Jokowi ini, Solo banyak mengalami perubahan. Berikut ini kegiatan pada masa kepemimpinan  Jokowi :
Ø  Rebranding Solo
Ø  Mendamaikan Keraton Surakarta
Ø  Penataan Pedagang Kaki Lima
Ø  Konflik dengan Gubernur Jawa Tengah
Ø  Pembenahan Transfortasi Umum
Ø  Hari Bebas Kendaraan Bermotor
Ø  Pembenahan Pendidikan dan Kesehatan
Ø  Solo Techno Park dan Mobil Esemka
Ø  Peninggalan Lain (seperti Galabo, Taman Balekambang, Terminal Bus Tirtonadi dan lainnya)
Jokowi diminta secara pribadi oleh Jusuf Kalla untuk mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Pilgub DKI Tahun 2012. Dan Jokowi terpilih menjadi Gubernur DKI Jakarta yang akan menjabat selama lima tahun dan berakhir pada tahun 2017. Selama menjabat sebagai Gubernur, ia melancarkan berbagai program seperti Kartu Jakarta Sehat, Kartu Jakarta Pintar, lelang jabatan, pembanguan Angkutan Massal Cepat (MRT), dan Monorel, pengembalian fungsi waduk dan sungai, serta penyediaan  ruang terbuka hijau.
Dan sekarang Ir. H. Joko Widodo adalah Presiden Indonesia ke-7 yang menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...