Bagi suatu perusahaan, memperoleh laba
merupakan tujuan utama untuk kelangsungan hidup dan kemajuan perusahaan.
Untuk memperoleh laba ada tiga faktor utama didalam perusahaan yang
harus diperhatikan, yaitu jumlah barang yang harus diproduksi, biaya
perunit untuk memproduksi dan harga jual perunit produk tersebut.
Perusahaan perlu mengkalkulasikan biaya produksi sebagai dasar
perhitungan harga pokok produksi. Dalam menentukan harga pokok produksi
perusahaan dapat menggunakan dua metode yaitu full costing dan variabel
costing.
Dengan menentukan harga pokok produksi
maka perusahaan dapat mengetahui biaya produksi yang akan dikeluarkan,
dan perusahaan dalam menentukan harga jual dari suatu pesanan akan
sesuai dengan biaya produksi yang telah dikeluarkan untuk memproduksi
pesanan tersebut. Dan laba yang diperoleh perusahaan dapat optimal
karena harga jual yang dibebankan kepada pemesan ditentukan oleh
besarnya biaya produksi yang dikeluarkan untuk memproduksi pesanan
tersebut.
1. Full Costing
Full Costing merupakan metode penentuan
harga pokok produksi yang memperhitungkan semua unsur biaya produksi
kedalam harga pokok produksi yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya
tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik, baik yang berperilaku
variabel maupun tetap ditambah dengan biaya nonproduksi (biaya pemasaran
dan biaya administrasi dan umum).
Penentuan Harga Pokok Produksi

Sumber: Mulyadi, Akuntansi Biaya, 2009, hal. 18
2. Variabel Costing
suatu metode penentuan harga pokok
produksi yang hanya memperhitungkan biaya produksi variabel saja. Biaya
variable adalah biaya yang berubah mengikuti banyaknya barang yang
diproduksi. Dikenal juga dengan istilah : direct costing.
Penentuan Harga Pokok Produksi

Perbedaan tersebut terletak pada perlakuan terhadap biaya produksi tetap, dan akan mempunyai akibat pada:
- Perhitungan harga pokok produksi dan,
- Penyajian laporan laba-rugi.
Metode Full Costing
- Biaya Overhead pabrik baik yang variabel maupun tetap, dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka pada kapasitas normal atau atas dasar biaya overhead yang sesungguhnya.
- Selisih BOP akan timbul apabila BOP yang dibebankan berbeda dengan BOP yang sesungguh-ya terjadi.
- Jika semua produk yang diolah dalam periode tersebut belum laku dijual, maka pembebanan biaya overhead pabrik lebih atau kurang tsb digunakan untuk mengurangi atau menambah harga pokok yang masih dalam persediaan (baik produk dalam proses maupun produk jadi).
- Metode ini akan menunda pembebanan biaya overhead pabrik tetap sebagai biaya sampai saat produk yang bersangkutan dijual.
Variable Costing
- Dalam kaitannya dengan produk yang belum laku dijual, BOP tetap tidak melekat pada persediaan tersebut tetapi langsung dianggap sebagai biaya dalam periode terjadinya.
- Penundaan pembebanan suatu biaya hanya bermanfaat jika dengan penundaan tersebut diharapkan dapat dihindari terjadinya biaya yang sama periode yang akan datang.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus