Langsung ke konten utama

JENIS-JENIS MODAL

Modal dapat dibagi menjadi dua jenis:
1. Modal Aktif – Modal Konkrit, yaitu kekayaan
yang dimiliki oleh suatu perusahaan. Terdapat
dalam neraca sebelah debet.
terdapat 2 jenis modal aktif: Aktiva Lancar dan
Aktiva tetap
2. Modal Pasif – Modal Abstrak- Modal
Finansiil, yaitu sumber-sumber dari mana dana
diperoleh. Terdapat dalam Neraca sebelah kredit.
Terdapat 2 jenis modal pasif yaitu: Modal asing
dan Modal sendiri
MODAL AKTIF
► Berdasarkan fungsi bekerjanya modal aktif dapat
dibedakan menjadi: Modal Kerja (Working Capital
Assets) – Aktiva Lancar dan Modal Tetap (Fixed
Capital Assets) – Aktiva Tetap
► Perimbangan kedua aktiva tersebut akan
menentukan “Struktur Kekayaan”
► Aktiva Lancar adalah aktiva yang habis dalam satu
kali perputaran dalam proses produksi, biasanya
kurang dari satu tahun.
► Aktiva lancar adalah aktiva yang dapat diuangkan
dalam waktu yang pendek.
MODAL AKTIF
► Aktiva Tetap atau Modal tetap adalah Aktiva
yang tahan lama yang tidak atau yang secara
berangsur-angsur habis turut serta dalam proses
produksi.
► Aktiva yang tidak habis dalam proses produksi
seperti: Tanah. Sehingga tanah tidak disusutkan.
► Sedangkan yang secara berangsur-angsur habis
adalah Mesin, Kendaraan, Bangunan, dan
peralatan. Aktiva golongan ini disusutkan,
sebagai prestasi yang digunakan dalam proses
produksi selama periode tertentu.
► Perbedaan fungsional antara Modal kerja
dengan modal tetap:
1. Tidak mudah diku-
rangi atau ditambah
2. Relatif permanen
3. Proses perputaran da-
lam jangka panjang
1. Jumlah relatif Fleksibel
2. Berubah sesuai kebu-
tuhan
3. Proses perputaran
dalam jangka pendek
Modal tetapModal kerja
MODAL AKTIF
► Dibedakan menjadi Modal Sendiri (Modal
badan usaha)dan Modal Asing (modal
kreditur/hutang),perimbangan keduanya akan
menentukan “ Struktur Finasiil”
► Modal sendiri,modal yang berasal dari pemilik
perusahaan/pemegang saham,dan modal dari
perusahaan (Cadangan dan laba), modal
inilah yang menjadi tanggungan terhadap
keseluruhan resiko perusahaan.
► Modal Asingadalah modal yang diperoleh dari
kreditur atau hutang perusahaan
MODAL PASIF
► Berdasarkan syarat Likuiditas, yaitu menurut
jangka waktu penggunaan, modal pasif dibedakan
“Modal Jangka Panjang baik yang ternentu
waktunya maupun tidak” dan “Modal Jangka
Pendek baik yang tertentu waktunya maupun
tidak”
► berdasarkan syarat solvabilitas, hubungannya
dengan fungsi sebagai jaminan, “Modal sendiri ”
dan “Modal asing ”
► Berdasar syarat rentabilitas, yaitu dalam
hubungannya dengan penghasilan, “modal dengan
pendapatan tetap (obligasi)”, dan “modal dengan
pendapatan tidak tetap (modal saham)
MODAL PASIF
► Apabila ketiga pembagian modal pasif
tersebut dihubungkan maka:
► Modal jangka panjang untuk jk waktu tidak tentu
adalah Modal sendiri, dan merupakan modal
dengan pendapatan tidak tetap
► Modal yang ditarik untuk jangka waktu
tertentu adalah Modal asing, dan
merupakan modal dengan pendapatan tetap
MODAL PASIF
Struktur Kekayaan dan Struktur
Finansiil/Struktur Modal
► Struktur kekayaan adalah perimbangan
(dalam artian absolut maupun relatif) antara
Aktiva Lancar dengan Aktiva Tetap.
► Struktur Finansiil mencerminkan cara bagai
mana kekayaan/aktiva perusahaan dibelanjai.
Struktur finansiil juga merupakan perimbangan
(dalam artian absolut maupun relatif) antara
Modal Asingdengan Modal Sendiri.
► Struktur Modal adalah perimbangan antara
Hutang Jangka Panjang dengan Modal Sendiri .
► Dalam aturan struktur finansiil yang konserva
tif vertikal adalah bahwa batas perimbangan
modal asing dengan modal sendiri adalah (dalam
keadaan apapun) tidak boleh melebihi 1:1. Panda
ngan ini didasarkan pada “Prinsip Keamanan”
► Aturan struktur finansial konservatif horizon
tal, adalah batas perimbangan antara Modal
sendiri dengan Aktiva Tetap + Persediaan besi,
besarnya Modal sendiri tidak boleh kurang dari
jumlah Aktiva tetap + Persediaan besi.
Struktur Kekayaan dan Struktur
Finansiil/Struktur Modal
Struktur Kekayaan dan Struktur
Finansiil/Struktur Modal
► Jika Modal sendiri lebih kecil dari Aktiva tetap +
persediaan besi, berarti sebagian aktiva tetap di
danai dengan Modal asing, jika modal yang ter
tanam dalam Aktiva tetap lebih lama dibanding
masa jatuh tempo hutang, maka akan dapat
mengganggu likuiditas perusahaan.
► Jika Modal sendiri lebih besar dari Aktiva tetap
+ persediaan besi, hal ini menunjukkan tingkat
keamanan bagi kreditor atas pengembalian pinja
mannya.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

9 Trik Mudah Biar Kamu Terlihat Lebih Fotogenik Dalam Setiap Kegiatan Foto-foto

Foto-foto lewat  selfie  atau grup  selfie  sudah jadi kebiasaan wajib setiap ada kumpul-kumpul bersama teman. Demi alasan “Buat kenang-kenangan” , atau “Biar eksis dan bisa di-post di Path, Instagram, Facebook, dan Twitter” kita mengerahkan segala upaya untuk mendapatkan jepretan terbaik. Tapi sayang, kadang usaha sekuat tenaga lebih sering dikalahkan oleh ke-fotogenik-an tampang. Dunia memang tidak adil. Kamu yang di kaca tampak cantik dan tampan, eeh di foto malah kelihatan  chubby  dan bermuka lebar. Sedang dia yang sehari-harinya  chubby  justru terlihat tirus dan lebih menarik di depan kamera. Karena menjadi fotogenik hari ini adalah kebutuhan segala bangsa. #1 Setiap berfoto pilihlah sisi kiri wajahmu untuk ditampilkan. Konon sisi kiri wajahmu akan terlihat lebih menarik bagi orang lain Ambil sisi kiri wajahmu untuk difoto via www.leeoliveira.com Sebuah studi  yang diterbitkan dalam jurnal Experimental Brain REsera...

Saat IPK-mu Tak Sesuai Ekspektasi, Sebenarnya Tak Ada yang Perlu Kamu Tangisi

“Berapa IPK kamu sekarang?” “NGGGGG…”  “Berapa? ” “Jelek, Pa.” *Papa pun mengerutkan dahi* IPK atau Indeks Prestasi Kumulatif kerap dianggap sebagai separuh nyawa mahasiswa (separuhnya lagi mungkin uang bulanan dari orangtua). Selain jadi bukti pada orangtua kalau kamu niat kuliah, IPK juga adalah standar persaingan prestasi antar mahasiswa dan syarat pertama yang biasa dipatok perusahaan dalam mencari karyawan. Wajar jika kamu berusaha mati-matian untuk mendapatkan IPK yang cemerlang. Namun apa daya, setelah berusaha keras, kamu harus menghadapi kenyataan bahwa IPK-mu tidak sesuai dengan apa yang kamu harapkan. Tak jarang, ini membuatmu putus asa. Tapi sebenarnya kamu tidak perlu merasa sial. Justru jika kamu bisa mengakali keadaan tak ideal ini, kamu bisa tumbuh menjadi mahasiswa “paket istimewa”. Mahasiswa paket istimewa? Yup. Daripada menangisi angka IPK, lebih baik kamu memikirkan hal-hal di bawah ini saja! ...

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus

Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus Pada artikel kali ini Zahir membahas tentang Jurnal Akuntansi Jurnal Akuntansi adalah suatu pencatatan yang sistematis berdasarkan kronologis dari transaksi transaksi finansial perusahaan. Setiap transaksi perusahaan harus di jurnal terlebih dahulu sebelum masuk ke buku besar, oleh karena itu Jurnal dikenal juga dengan “Book of original entry”. Dalam ilmu akuntansi dasar, dikenal adanya Jurnal Umum dan Jurnal Khusus , mungkin beberapa dari kita masih ada yang bingung tetang perbedaannya fungsi dan penggunaannya. Untuk yang masih bingung boleh dilanjutkan scrool ke bawah Jurnal Umum digunakan untuk mencatat seluruh transaksi perusahaan berdasarkan urutan waktu kejadian, terdiri dari 2 jalur (debet dan kredit) digunakan oleh semua jenis perusahaan mulai dari jenis usaha rumahan sampai dengan industri manufaktur yang komplit. Jurnal umum bersumber dari bukti transaksi yang diterima/diterbitkan perusahaan. Jurnal Khusus digunak...