Industrialisasi
Kata industrialisasi berasal dari kata dasar industri yang memiliki arti
secara umum adalah kelompok bisnis tertentu yang memiliki teknik dan
metode yang sama dalam menghasilkan laba.
Misalnya “industri musik“, “industri mobil“,
atau “industri ternak”
Pengertian Industri secara umum: Industri merupakan suatu kegiatan
ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau
barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya. Sedangkan
pengertian dari Industrialisasi suatu proses interkasi antara
perkembangan teknologi, inovasi, spesialisasi dan perdagangan dunia untuk
meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mendorong perubahan struktur ekonomi.
Industrialisasi merupakan salah satu strategi jangka panjang untuk menjamin
pertumbuhan ekonomi. Hanya beberapa Negara dengan penduduk sedikit &
kekayaan alam meilmpah seperti Kuwait & libya ingin mencapai pendapatan
yang tinggi tanpa industrialisasi.
Tujuan industrialisasi antara lain :
- memperluas lapangan kerja, menambah devisa negara
- memanfaatkan potensi sumber daya alam maupun sumberdaya manusia
- dan menggerakkan roda perekonomian suatu bangsa menjadi lebih cepat
Industrialisasi di Indonesia semakin menurun
semenjak krisis ekonomi tahun 1998. Kemunduran ini
bukanlah berarti Indonesia tidak memiliki modal untuk melakukan investasi
pada industri dalam negeri, tetapi lebih kepada penyerapan barang hasil
produksi industri dalam negeri. Membuka pasar dalam negeri adalah kunci penting
bagi industri Indonesia untuk bisa bangkit lagi karena saat ini pasar Indonesia
dikuasai oleh produk produk asing.
FAKTOR-FAKTOR PEMBANGKIT DAN PENGHAMBAT
INDUSTRI DIINDONESIA
A. Pembangkit.
Ada beberapa faktor yang dapat membangkitkan perindustrian diindonesi,
diantaranya adalah :
1. Struktur organisasi
Dilakukan inovasi dalam jaringan institusi pemerintah dan swasta yang
melakukan impor. Sebagai pihak yang membawa,mengubah, mengembangkan dan
menyebarluaskan teknologi.
2. Ideologi
Perlu sikap dalam menentukan pilihan untuk mengembangkan suatu teknologi
apakah menganut tecno-nasionalism,techno-globalism, atau techno-hybrids.
3. Kepemimpinan
Pemimpin dan elit politik Indonesia harus tegas dan cermat dalam mengambil
keputusan. Hal ini dimaksudkan untuk mengembalikan kepercayaan pasar dalam
negeri maupun luar negeri.
B. Penghambat
Faktor-Faktor yang dapat menghambat
perkembangan perindustrian adalah :
1. Keterbatasan teknologi
Kurangnya perluasan dan penelitian dalam bidang teknologi menghambat
efektifitas dan kemampuan produksi.
2. Kualitas sumber daya manusia
Terbatasnya tenaga profesional di Indonesia menjadi penghambat untuk
mendapatkan dan mengoperasikan alat alat dengan teknologi terbaru.
3. Keterbatasan dana pemerintah
Terbatasnya dana pengembangan teknologi oleh pemerintah untuk mengembangkan
infrastruktur dalam bidang riset dan teknologi
Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi
ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan, pakaian, tempat
berlindung, pendidikan, dan kesehatan
Kemiskinan adalah ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dasar
minimal untuk hidup layak .Kemiskinan merupakan sebuah kondisi yang berada di
bawah garis nilai standar kebutuhan minimum, baik untuk makanan dan non
makanan, yang disebut garis kemiskinan (poverty line) atau batas kemiskinan
(poverty threshold). Garis kemiskinan adalah sejumlah rupiah yang diperlukan
oleh setiap individu untuk dapat membayar kebutuhan makanan setara 2100 kilo
kalori per orang per hari dan kebutuhan non-makanan yang terdiri dari
perumahan, pakaian, kesehatan, pendidikan, transportasi, serta aneka barang dan
jasa lainnya.
Hubungan
Antara Industrialisasi dan Kemiskinan
Di Indonesia, Tulus Tambunan (2001,
h-108) mencatat adanya proses industrialisasi dimulai dari tahun 1969 dan
berhasil mengangkat tingkat pendapatan per kapita di atas US$ 1.000 per tahun
dengan tingkat pertumbuhan ekonomi 7% pada saat penduduk 200 jutaan. Namun saat
tulisan ini dibuat, keadaan menurun jauh, hingga diperkirakan income perkapita
hanya 650 US$ dengan pertumbuhan ekonomi di bawah 4% dan jumlah penduduk hampir
210 juta. Yudo Swasono mencatat bahwa setelah krisis ekonomi yang terjadi pada
periode 1982-1986, pada waktu itu pertumbuhan hanya 5%.
Selanjutnya
dengan proses industrialisasi pertumbuhan meningkat dan berhasil recovery
(pulih kembali), hingga tumbuh tahun 1989 ialah 7,5%, tahun 1991 mencapai 6,6%
dan pada akhir Repelita X, atau akhir Pembangunan Jangka Panjang II akan tumbuh
dengan rata-rata 8,7%. (Muhammad Thoyib, 1995, h-4). Namun perkiraan ini
meleset jauh, sebab mulai 1997 terjadi krisis moneter yang berlanjut hingga
riset ini ditulis, ternyata kondisi itu masih belum pulih.
Industrialisasi yang berkembang di era
sekarang ini menyedot begitu banyak tenaga kerja. Hal ini telah merubah alur
pendistribusian tenaga kerja dari sektor non industri menuju sektor industri.
Hal ini juga berdampak pada pendapatan yang diperoleh oleh tenaga kerja
tersebut. Dengan kata lain secara tidak langsung industrialisasi telah
mempengaruhi tingkat kemiskinan.
Di samping itu,
perlu pula memperhatikan kepekaan perubahan kualitas lingkungan terhadap
masyarakat dengan tingkat kehidupan tertentu dalam satu komunitas tertentu.
Umumnya karena daya beli yang lebih kuat (karena itu mempunyai pilihan yang
lebih luas) dan informasi yang lebih lengkap, maka mereka yang berpendapatan
tinggi lebih tidak peka terhadap kualitas lingkungan yang menurun. Pada kasus
di mana kualitas lingkungan udara telah tercemar, mereka yang berpendapatan
tinggi lebih mudah untuk pindah ke lokasi lain dengan kualitas udara lebih
baik, sedangkan mereka yang berpendapatan rendah akan terjebak dalam lingkungan
tercemar tersebut. Bila ditinjau lebih mendalam, terlihat ada hubungan yang
saling mempengaruhi antara industrialisasi, kemiskinan dan sumber daya alam.
Industrialisasi mempengaruhi kemiskinan melalui tingkat pendapatan yang
diberikan sektor industri. Kemiskinan mempengaruhi tinggkat penggunaan
sumberdaya alam dan proses konservasi sumber daya alam serta lingkungan hidup.
Sumber daya alam merupakan sebagai bahan baku dalam Industrialisasi . Hubungan
ini terlihat pada diagram berikut.
Selain itu
industrialisasi memberikan dampak pula pada tingkat kesehatan yang mempengaruhi
jumlah natalitas dan mortalitas penduduk. Dengan kata lain industrialisasi juga
mempengaruhi jumlah penduduk sehingga membentuk hubungan sesuai diagram
berikut. Dengan berkembangnya jumlah penduduk, perekonomian harus lebih banyak
menyediakan barang dan jasa yang merupakan hasil dari industrialisasi.
Peningkatan produksi barang dan jasa menuntut lebih banyak produksi barang SDA
yang harus digali dan semakin menipisnya SDA dan akhirnya pencemaran lingkungan
semakin meningkat.
Ada hubungan yang
positif antara jumlah dan kuantitas barang sumberdaya dan pertumbuhan ekonomi,
tetapi sebaliknya ada hubungan negatif antara pertumbuhan ekonomi dan
tersedianya sumberdaya alam yang ada di dalam bumi. Di samping itu dengan
pembangunan ekonomi yang cepat yang dibarengi dengan pembangunan pabrik sebagai
bentuk industrialisasi akan meningkatkan pencemaran lingkungan. Peningkatan
pencemaran lingkungan akan mempersempit lapangan kerja sehingga menimbulkan
pengangguran dan berujung pada persoalan kemiskinan. Hubungan itu terus
berlangsung dengan pola saling mempengaruhi satu sama lainnya dimana untuk
memperbaiki salah satu diantaranya maka harus memperbaiki keseluruhan bagian.
Misalnya dalam penanganan pembrantasan kemiskinan maka permasalahan
industrialisasi dan sumber daya alam juga harus menjadi fokus penanganan dalam
proses tersebut.
Komentar
Posting Komentar